Penyisihan group piala ASIA 2025 sudah selesai sebagaimana kita ketahui bahwa Timnas U-20 asuhan Coach Indra Sjafri telah melaksanakan tugas dengan gagal dan penuh kekecewaan,ya karena harus tersingkir dan memupus harapan untuk bisa tampil di piala Dunia, kelompok umur, karena kalah dengan Iran dengan skor cukup telak 0-3 kemudian kalah denga Uzbekistan 1-3 yang terakhir bermain imbang tanpa gol dengan yaman.
Menengok dari hasil tersebut di atas jelaslah para penggemar Timna sangat kecewa, apalagi persipana sudah cukup lama bahkan bisa dibilang sangat matang karena sudah dilakukan TC di Spanyol kemudian uji coba baik mengikuti turnamen Toulon Cup di Perancis, kemudian mengikuti turnamen di korea Selatan, dan yang terakhir di dalam negeri yaitu di Delta Sidoarjo dengan mengundang tim-tim negara timur tengah seperti Yordania dan Suriah yang mana diarapkan adanya kesamaan lawan yang akan dihadapi dalam partai sesungguhnya baik dari segi fisik cara bermain dan kekuatan,karena dalam putaran piala ASIA Indonesia berada di group C yang melawan Iran, Uzbekistan dan Yaman.
BACA JUGA ARTIKEL BERIKUT : THAILAND HANCUR LEBUR
Seharusnya dalam laga uji coba sudah bisa dievaluasi diman kelemahan para pemain kita dan bagaiman cara menutupi kelemahan tersebut dan dimana keunggulan lawan dan akhirnya bisa menetralisir kelebihan mereka sehingga tidak mebahayakan gawang kita.
Namun realitanya setelah dalam laga resmi semua itu tidak tampak, bahkan pola permainan anak-anak garuda muda seperti kalah sebelum bertanding,selalau kalah dalam duel udara dan ini yang selalu mejadi alasan efek dari kekalahan,mengapa ini terjadi, karena memilki postur tubuh yang pendek alias kurang tinggi, apakah tidak ada tim kepelatihan yang melatih pemain untuk bisa melompat tinggi, melatih kekuatan untuk berduel dengan pemain yang memiliki postur lebh besar ? atau kalau memang postur tubuh yang pendek sebagai penyebab, mengapa tidak mencari pemain yang berpostur tnggi ? salah satu contoh pemain Italia Gatuso, dia postur tubuh tidak terlalu tinggi akan tetpai sering menang dalam duel menetralisir lawan.
Jadi pesan kami untuk pemain yang lebih junior bisa melihat kelemahan timnas U-20 sehingga bisa meningkatkan diri berusaha keras agar tidak terjadi seperti itu terulang siapakan menatal postur tubuh , berlatih keras untuk duel-duel atas, karrena lawan-lawan di penyisihan piala ASIA U-17 bulan april kalian juga akan menghadapi tim-tim yang sama.
Namun meskipun hasil tersebut di atas membuat publik kecewa, akan tetapi Coach Indra Sjafri telah memberikan juara AFF U-19 dan meloloskan ke piala ASIA, andaikan kekalahan dengan Iran maupun Uzbekistan tidak terlalu telak atau setidaknya bisa mendapatkan nilai imbang saja, mungkin publik tanah air tidak terlalu kecewa.
Dengan kegagalan tersebut menandakan bahwa memang sepakbola Asia Tenggara masih di bawah level untuk ASIA, nyatanya timnas Thailand juga babak belur, hanya Australia yang bisa melenggang, meskipun Australia ingin bergabung untuk Asia tenggara akan tetapi sejatinya Australia berlevel Eropa.
Setidaknya para penggila sepakbola Indonesia telah di kecewakan 3 momen penting, yaitu gagalnya piala Dunia U-20, dipecatnya Shin Tae Yong, padahal saat itu kondisi persepakbolaan Indonesia sedang pada track jalur yang benar, kemudian ditambah dengan gagalnya U-20 di piala ASIA, karena pola permainanya yang tidak memilki bentuk bahkan diperparah oleh stamina para pemain.
#Erick Thohir
#PSSI
#Sepakbola Nasional
#Timnas
#piala ASIA
#piala Dunia
#pecinta Timnas Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter