Ditulis oleh: Kebun Sunarta | Kategori: Tanaman Obat | Update: November 2026
Petai cina sering dianggap tanaman liar di pinggir jalan. Padahal di kampung-kampung di Jawa, bijinya dimakan sebagai lalap, daunnya untuk obat cacing, dan kulit batangnya untuk diabetes. Apakah benar petai cina bisa membantu penyembuhan diabetes? Mari kita bedah berdasarkan penelitian, bukan sekedar katanya.
Gambar pohon petai cina
1. Apa Itu Petai Cina? Beda dengan Petai Biasa
Nama ilmiah: Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit
Nama lain: Lamtoro, Lamtoro gung, Mlanding, Petai selong
Asal: Meksiko dan Amerika Tengah, lalu menyebar ke Indonesia, India, China.
Beda dengan petai biasa (Parkia speciosa) yang baunya sangat menyengat dan papan besar. Petai cina polongnya pipih kecil, bijinya bulat pipih hijau, rasanya agak pahit dan langu. Di pasar tradisional Solo, biji petai cina dijual sebagai botok lamtoro.
Kandungan per 100 gram biji petai cina: protein 30-35%, serat 10%, kalsium tinggi, zat besi, vitamin A, dan senyawa aktif flavonoid, saponin, tanin, quercetin.
2. Perbandingan Petai Cina vs Pete Biasa untuk Diabetes - Mana Lebih Bagus?
Banyak yang mengira petai cina dan pete itu sama. Padahal beda tanaman, beda kandungan, beda efek ke gula darah. Ini perbandingannya biar tidak salah pilih:
| Aspek | Petai Cina / Lamtoro | Pete Biasa / Petai |
|---|---|---|
| Nama Ilmiah | Leucaena leucocephala | Parkia speciosa |
| Bentuk | Polong pipih kecil, biji bulat pipih hijau | Papan besar panjang, biji besar hijau terang |
| Rasa & Bau | Pahit, langu, bau tidak terlalu menyengat | Pahit gurih, bau sangat menyengat |
| Protein | 30-35% (sangat tinggi) | 6-8% |
| Gula / Karbohidrat | Rendah, serat tinggi | Lebih tinggi, ada gula alami |
| Efek ke Gula Darah | Menurunkan sampai 65% di tikus, hambat alfa-glukosidase | Menurunkan ringan, lebih ke antioksidan |
| Senyawa Anti-Diabetes | Quercetin-3-glucoside, phytol, squalene | Flavonoid, beta-sitosterol, asam djenkolat |
| Harga | Murah, sering gratis di pinggir jalan | Mahal, Rp 15.000 - 30.000 / papan |
| Risiko Utama | Mimosin: rambut rontok, gondok, gangguan tiroid | Asam djenkolat: jengkolan, sakit pinggang, gagal ginjal akut jika kebanyakan |
| Keamanan untuk Diabetes | Lebih kuat menurunkan gula, tapi tidak boleh tiap hari | Lebih aman dimakan sering, tapi efek gula lebih lemah |
- Kalau tujuannya menurunkan gula darah, petai cina lebih kuat di penelitian, tapi harus dibatasi 2-3 kali seminggu.
- Kalau tujuannya lalap enak tiap hari, pete biasa lebih aman, tapi jangan berlebihan juga karena bisa jengkolan.
- Jangan makan keduanya bersamaan dalam jumlah banyak. Ginjal jadi kerja berat karena 2 racun sekaligus: mimosin + asam djenkolat.
TONTON VIDEO INI :
🎥 Tonton: Tip Menghilangkan Bau Petai
Habis makan petai cina / pete, mulut dan kencing bau? Ini cara ngilanginnya biar tidak malu pas ketemu orang.
🎥 Tonton: Tip Menghilangkan Bau Petai
Habis makan petai cina / pete, mulut dan kencing bau? Ini cara ngilanginnya biar tidak malu pas ketemu orang.
3. 4 Bukti Ilmiah Petai Cina Menurunkan Gula Darah
a. Ekstrak Daun Petai Cina - Penelitian Poltekkes Aceh 2024
Penelitian di Jurnal Gizi dan Kesehatan 2024, ekstrak daun petai cina dari kawasan geotermal Ie Seum Aceh Besar, dosis 200, 400, dan 600 mg/kg BB, terbukti menurunkan gula darah tikus jantan diabetes secara signifikan (P=0,00). Semakin lama diberi, penurunan semakin besar. Senyawa yang terdeteksi: phytol, squalene, octacosanol, fenolik, flavonoid.
b. Ekstrak Biji Petai Cina - Penelitian Universitas Pancasila
Di Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, ekstrak biji petai cina dosis 400 mg/kg BB menurunkan gula darah tikus diabetes sampai 65,30%. Selain itu menurunkan kolesterol total, trigliserida, LDL, dan menaikkan HDL. Ini penting karena penderita diabetes biasanya juga kolesterol tinggi.
c. Senyawa Quercetin-3-Glucoside - Penelitian JoVE
Penelitian internasional menemukan senyawa aktif dari kulit polong petai cina bernama quercetin-3-glucoside. Senyawa ini mengaktifkan jalur SIRT1/AMPK/GLUT4 di sel otot, sehingga sel menjadi lebih sensitif terhadap insulin dan lebih banyak menyerap gula dari darah.
d. Kulit Batang Menghambat Enzim Alfa-Glukosidase
Kulit batang petai cina paling kuat menghambat enzim alfa-glukosidase dengan IC50 33,75 µg/ml. Enzim ini yang mengubah karbohidrat jadi gula. Kalau dihambat, gula darah naiknya lebih pelan setelah makan, mirip cara kerja obat acarbose.
| Bagian Tanaman | Senyawa Aktif | Hasil Penelitian |
|---|---|---|
| Daun | Flavonoid, saponin, phytol | Turunkan gula darah tikus signifikan |
| Biji | Protein, quercetin, saponin | Turun 65,30% + perbaiki lipid |
| Kulit Polong | Quercetin-3-glucoside | Tingkatkan sensitivitas insulin |
| Kulit Batang | Tanin, flavonoid | Hambat alfa-glukosidase terkuat |
4. Cara Pakai Tradisional di Masyarakat
Ini cara tradisional, bukan dosis medis resmi:
- Biji sebagai lalap: Biji muda dimakan mentah 1 sendok makan (10-15 biji) sebagai lalap, 2-3 kali seminggu. Biasanya dicampur urap atau botok.
- Rebusan daun: 7-10 lembar daun muda dicuci, direbus dengan 2 gelas air sampai jadi 1 gelas, diminum hangat 1 kali sehari.
- Rebusan kulit batang: Di beberapa daerah, kulit batang kering 5 gram direbus, diminum setelah makan. Cara ini paling pahit.
Yang paling aman dan paling sering dipakai adalah cara nomor 1, sebagai makanan, bukan sebagai obat dosis tinggi.
5. Bahaya Petai Cina Jika Berlebihan - Wajib Tahu!
Ini yang jarang dibahas di artikel lain. Petai cina mengandung mimosin, asam amino beracun jika dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus.
- Rambut rontok: Mimosin mengganggu pembentukan keratin.
- Gondok / gangguan tiroid: Mimosin menghambat penyerapan yodium.
- Gangguan kesuburan: Pada hewan ternak yang makan lamtoro tiap hari, terjadi kemandulan.
- Hipoglikemia: Jika dicampur obat diabetes, gula bisa drop terlalu rendah, badan lemas, keringat dingin.
Siapa yang tidak boleh makan petai cina berlebihan: Ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah 5 tahun, penderita gondok / hipotiroid, dan penderita yang sudah minum obat diabetes dosis tinggi tanpa pengawasan dokter.
6. Jadi, Apakah Petai Cina Bisa Menyembuhkan Diabetes?
Jawabannya: Belum bisa dibilang menyembuhkan. Diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang belum bisa sembuh total. Petai cina berpotensi membantu mengontrol gula darah sebagai pendamping pola hidup sehat: diet rendah gula, olahraga, dan obat dokter.
Semua penelitian yang ada masih tahap hewan coba dan di laboratorium. Belum ada uji klinis fase 3 ke manusia yang menentukan dosis aman dan efektif. Karena itu, BPOM belum menetapkan petai cina sebagai obat diabetes resmi.
FAQ - Yang Sering Dicari di Google
Q: Apakah petai cina menurunkan gula darah?
A: Ya, di penelitian hewan terbukti menurunkan sampai 65%, tapi di manusia belum ada dosis pasti.
Q: Berapa biji petai cina untuk diabetes?
A: Tradisional 10-15 biji, 2-3 kali seminggu sebagai lalap. Jangan tiap hari.
Q: Apakah petai cina aman untuk ginjal?
A: Jika berlebihan dan tiap hari, mimosin bisa membebani ginjal dan tiroid. Konsultasi dokter jika ada riwayat ginjal.
Q: Mana lebih bagus, petai cina atau pete biasa untuk diabetes?
A: Petai cina lebih kuat menurunkan gula di penelitian, pete biasa lebih aman dimakan sering tapi efeknya lebih lemah. Jangan makan keduanya berlebihan bersamaan.
Penutup: Petai cina adalah tanaman lokal yang murah dan berpotensi, tapi harus dipakai dengan bijak. Jangan berhenti minum obat dokter hanya karena makan petai cina. Cek gula darah rutin, konsultasi ke dokter atau puskesmas jika ingin menjadikannya pendamping terapi.
Baca juga: Macam dan Kegunaan Air dalam Laboratorium Kimia | Mengenal Kedelai: Cara Membuat Tahu Tempe
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi, bukan pengganti saran medis. Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan tanaman obat untuk terapi diabetes.







